RendangNendang: Fenomena Karya Bersama

“Oo.. ini toh rendang fenomenal itu..,” teriak Shinta saat saya berkunjung ke rumahnya membawakan RendangNendang beberapa waktu lalu.

Mendengar kata fenomenal darinya, saya jadi inget Ronaldo, penyerang tim Samba era 2000-an yang berjaya membawa timnya juara piala dunia 2002. cmiiw. Ronaldo, dikenal dengan julukan The Phenomenon. Bomber jago dribling ini mulai dikenal saat di Barcelona. Beberapa kali jadi top scorrer, ia lalu hijrah ke Inter Milan. Pernah juga menghuni tim Los Galacticos, juga AC Milan. Sempat didera beberapa kali cedera, karirnya meredup cepat dan saya ngga tahu lagi dia ada di mana dan sedang apa juga dengan siapa sekarang. EGP.

Kembali ke RendangNendang, ini memang fenomena. Berawal dari celetukan Yuni di grup Whatsapp, ditindaklanjuti dengan produksi tester oleh Merry, alhamdulillah respon dari banyak member grup luar biasa. Ada yang ngasih testimoni unik, ada yang langsung penasaran dan pesan 1 kg, ada yang bikinin sayembara nama, membuat RendangNendang (official name hasil sayembara) ini naik tiang dan berkibar cepat. Nggak percaya? Lihat tautan sayembara di blog Orin beberapa waktu lalu. Lihat juga review dari blogger rinasusanti.com.

Produksi pun ditingkatkan volumenya, dari batch #1 hanya 2 kg bahan baku, batch #2 sebanyak 6 kg, batch #3 sampai 8 kg, dan batch #4 sebanyak 7 kg. Testimoni kepedesan, keasinan, kealotan mewarnai perjalanan 4 kali produksi awal ini.

Di luar sisi produksi, teman-teman yang biasa jualan ambil peran jadi sales dan marketing. Teman pegiat media sosial membantu testimoni dan sharing. Teman yang hobby desain bantu bikinin logo, bahkan logo ini didesain khusus dari dinginnya udara Switzerland yang dihirupnya karena memang sedang tinggal di sana. Ada lagi teman yang hobby fotografi, membantu mengambil gambar dan menjadikan RN makin cantik dan ciamik.

Hasilnya, RendangNendang kini telah menjadi bekal favorit para traveler. RendangNendang sudah merambah Singapura, Vietnam, Swiss, Denmark, Jerman, Arab Saudi, selain tentu kota-kota besar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Meski begitu, ada pula kisah RendangNendang ini gagal menembus ketatnya security imigrasi di Amsterdam. Ini terjadi, bisa jadi, bisa jadi, bisa jadi, karena waktu itu RendangNendang belum berkemasan yang pantas untuk sebuah produk berkelas.

Inilah fenomena itu: sebuah karya yang lahir dari sebuah kerjasama.

Dan insya Allah, saya, kami, dan kamu berdoa, akan ada masa RendangNendang ini akan mudah kamu temui di setiap pojok makanan kemasan, di toko-toko di mana saja di sudut dunia ini kamu berada. Jika pun kini belum, kemudahan itu telah hadir, silakan klik www.rendangnendang.com. Pesan sekarang, insya Allah RendangNendang esok hari sudah ada di hadapan. Demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s