Bersikap Terhadap Harta

Hari itu, seseorang datang ke meja layanan Baitul Maal Barrah. Tanpa ba bi bu, Bapak itu berkata: “Pak, punten tolong saya pak, saya ingin usaha saya berkah, harta cukup dan tidak mudah hilang… Saya ingin tobat, Pak…”

Saya yang waktu itu menerima si Bapak, mencoba menggali lebih dalam masalah Bapak ini. Ternyata usahanya di pasar selama ini sangat menguntungkan. Keuntungan bersih harian minimal Rp. 500 ribu, tentu adalah angka yang lebih dari cukup buat dirinya, istri dan satu anak-kecilnya. Namun entah kenapa, uang itu mudah datang, dan mudah pula perginya. Si Bapak merasa pasti ada sesuatu yang tidak ia miliki: keberkahan. Dan ia ingin tobat atas ketidakberkahan hartanya itu.

Di kesempatan lain, saya pernah berbincang dengan istri perihal orang-orang yang mungkin tergolong aktivis dakwah, gemar ibadah berjamaah di masjid, berwajah teduh, namun nampak abai dan lalai pada kesejahteraan keluarganya. Tidak jelas usaha nafkahnya apa, sehingga anak dan istrinya keluh kesah kesana kemari, pinjam sana sini sekadar untuk sesuap nasi.

Ada cerita lain lagi: Seseorang yang jor-joran sedekah, brutal sedekah, 100% sedekah dengan otak kanan, atau apapun istilahnya. Ternyata dia melakukan itu dengan mimpi cashback, agar bisa kaya raya, punya properti di mana-mana, punya kendaraan mewah yang bisa mengantarnya ke mana-mana, bisa belanja baju mahal di luar negeri, dan mimpi-mimpi indah lainnya.

Serpihan-serpihan sikap manusia terhadap harta tadi, benar-benar membuat saya merenung. Adakah yang salah dengan itu semua? Apa yang salahnya, mana yang benarnya? Bagaimana semestinya? Adakah Islam, agama kita yang agung ini, memberikan panduan kepada kita bagaimana sikap kita terhadap harta kekayaan ini? Adakah panduan dalam Islam bagaimana memperoleh harta yang mudah? Lalu buat apakah harta itu jika sudah dimiliki?

Saya mengajak kamu untuk ikut mikir, lalu sharing ilmu di sini… Yuuu..***

Satu pemikiran pada “Bersikap Terhadap Harta

  1. Harta hanyalah Penopang untuk menegakan kebenaran yang haq dimuka bumi.
    tanpa adanya penegakan kebenaran maka hilanglah sudah manfaatnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s