Muamalah Berjamaah. Mau Ikut?

Dalam sebuah diskusi pekanan di BMT Barrah beberapa waktu lalu, seorang narasumber menyatakan bahwa jika shalat berjamaah saja menghasilkan pahala 27 kali lipat dari shalat sendirian, maka begitu pula semestinya dalam hal bermuamalah. Bermuamalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jika kita lakukan secara berjamaah pasti akan mendapatkan hasil dan manfaat yang berlipat ganda.

Banyak sekali pelajaran dan manfaat yang bisa diambil dari ajaran berjamaah ini; antara lain hak yang sama antara satu jamaah dengan jamaah lainnya. Dalam sholat siapa pun yang datang dahulu, dia berhak atas shaf paling depan. Imam yang batal harus tahu diri, segera mundur untuk digantikan oleh jamaah yang ada di belakangnya. Dan yang sangat penting dari ini semua adalah tingkat keberhasilan (seperti pahala dalam sholat), menjadi berlipat ganda dengan cara hidup berjamaah ini.

Mari kita ambil contoh sederhana. Ketika Ujang berusaha sendiri dengan membuat satu produk kripik misalnya; Ujang hanya memiliki peluang satu produk tersebut untuk dijual; Ujang juga hanya memiliki satu peluang untuk menjualnya seorang diri. Maka seberapa keras pun Ujang berusaha untuk memproduksi dan menjual produk kripiknya, peluang Ujang untuk gagal bisa jadi sangat besar. Kegagalan ini bisa karena produknya yang jelek; atau produknya sudah baik, tetapi Ujang yang gagal menjualnya.

Coba perhatikan kalau kita hidup berjamaah dengan 3 orang saja sebagai contoh. Tiga orang ini kita sebut saja Ujang, Aceng, dan Asep. Ujang hanya bisa membuat produk kripik, Aceng dan Asep masing-masing bisa membuat 2 produk untuk dijual secara jama’i oleh ketiganya. Aceng punya produk basreng dan seblak, sedangkan Asep punya produk krupuk dan opak. Secara berjamaah ketiga orang ini kini telah memiliki 5 produk untuk dijual bersama-sama.

Asumsikan tidak semua produk berhasil dijual. Produk dari Ujang gagal misalnya, maka Ujang tetap bisa menjual 4 produk lainnya. Kecil sekali kemungkinannya Ujang tidak bisa menjual sama sekali 4 produk bagus yang dibuat oleh Aceng dan Asep.

Contoh lain, Aceng berhasil membuat dua produk yang bagus-bagus, yaitu basreng dan seblak. Namun Aceng sendiri bukanlah marketer (penjual) yang baik sehingga tidak bisa menjual produknya sendiri; maka bisa dibantu dijualkan oleh Ujang dan Asep yang mungkin sangat mahir dalam menjual (selling).

Secara bersama-sama 3 orang ini menjadi sukses karena yang gagal membuat produk tetap dapat menjual produk dari dua orang lainnya, dan yang berhasil membuat produk tetapi gagal menjualnya, dibantu menjualkan produknya oleh kedua orang yang lainnya.

Jadi hanya dengan 3 orang yang bermuamalah secara jama’i saja, secara logis kita dapat meningkatkan keberhasilan mumalah kita dengan berlipat ganda. Apa lagi kalau jamaah muamalah ini diikuti oleh sepuluh orang, seratus orang, seribu orang, sejuta orang, dan seterusnya.

Dalam sholat fardhu lima waktu kita dianjurkan berjamaah dengan berapa pun jumlahnya di masjid-masjid atau mushola; kemudian seminggu sekali kita harus berjamaah dalam skala yang lebih besar, yaitu sholat Jum’at dengan minimum 40 orang; kemudian setahun dua kali kita dianjurkan untuk sholat di lapangan dengan jumlah orang yang lebih banyak lagi, yaitu sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha. Seumur hidup sekali kita diwajibkan (bagi yang mampu) berjamaah secara global dengan jutaan muslim lainnya, yaitu ketika kita berhaji ke tanah suci.

Nah, dari sini kita belajar bahwa begitu pula berjamaah dalam bermuamalah. Mulailah dengan yang terdekat dan termampu kita lakukan, lalu terus besarkan lingkaran jamaah muamalah ini dan bersinergilah dengan lingkaran-lingkaran lain.

Bila dalam perang Allah menyukai barisan yang teratur, maka begitu pula dalam ‘perang’ di bidang muamalah. Kita berperang dengan kemiskinan, ketimpangan sosial, kapitalisme segelintir orang, sistem ribawi dan segala turunannya.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS 61: 4)

Nah, dari sini saya mengajak kita semua untuk bermuamalah secara berjamaah melalui optimalisasi produk-produk BMT Barrah. Produk bisnis, sosial, sektor riil, insya Allah kami kelola dengan pengalaman hampir 20 tahun ini. Berminat? Kontak saya di heru@barrah.org🙂

Satu pemikiran pada “Muamalah Berjamaah. Mau Ikut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s