Review Usaha Ternak Domba 2012. *we o we

Suatu senja, awal Desember lalu, HP saya berbunyi. Tampak nomor asing di display dengan kode area 021. Setelah memperkenalkan diri sekilas, tenyata penelpon adalah seorang blogwalker yang–entah sengaja atau tidak, membaca tulisan saya di sini tentang investasi ternak awal tahun 2012. Tampaknya dia tertarik untuk mengetahui usaha ini lebih lanjut, khususnya tentang ternak domba yang kami kelola.

Selepas obrolan via telepon itu, saya jadi semakin yakin bahwa usaha ternak ini harus terus digarap dan dikembangkan. Efeknya memang sangat terasa di berbagai sisi: para peternak kecil yang terbantu untuk bisa merawat hewan-hewan dan memanennya pada saatnya, para investor yang uangnya tumbuh seiring dengan berkembangbiaknya hewan, manajemen baitul maal yang memiliki portofolio pengelolaan ternak hingga makin dipercaya, suplai daging halal untuk ummat, pemenuhan kebutuhan ibadah aqiqah dan seterusnya-dan seterusnya, yang dalam skala makro tentu berpengaruh pada ketahanan pangan dan ekonomi nasional. Wow. Ah, sudahlah, kalo sampe makro-makroan mah bukan urusan saya lagi.

Nah, di sini saya ingin memberikan sedikit review tentang usaha ternak domba ini. Review ini juga bagian dari obrolan saya dengan si Bapak penelepon berkode 021 itu.

Pertama, bahwa usaha ternak adalah usaha unik. Sangat unik. Setiap hewan itu unik. Tidak ada yang sama. Beberapa hewan dirawat dengan cara yang sama, dikasih pakan yang sama, namun pertumbuhannya bisa berbeda. Inilah Kuasa Allah dalam ciptaan-Nya. Dan dengan kesadaran yang baik, semestinya para peternak mampu membaca ayat-ayat kauniyah ini, hingga keimanannya makin meningkat. Masya Allah…

Kedua, berdasar pengalaman kami, secara umum, hasil investasi ternak domba itu lebih menguntungkan dibandingkan ternak sapi. Nanti bisa dibandingkan di tabel di bawah ya, itu pengalaman real kami di tahun 2011 dan 2012. Namun memang daya serap pasar daging domba lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi. Lihat saja pengalaman Idul Adha 2012 kemarin, kami rada kesulitan menjual domba, karena banyak muqorib lebih suka berqurban sapi dengan sistem berjamaah (7 orang) dibandingkan berqurban domba bersendirian. Alasannya, selain rata-rata harga lebih murah, menurut mereka: hampir semua orang suka daging sapi.

Di momen Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan sapi potong juga cukup tinggi. Tapi tidak untuk daging domba. Lalu solusinya gimana? Kita mesti mengintensifkan dakwah aqiqah. Kalau masyarakat sudah memiliki kesadaran aqiqah yang tinggi, pasar hewan ternak domba akan tidak terbatas. Kapan pun permintaan domba akan selalu ada.

Ketiga, bahwa berinvestasi ternak domba mesti dihitung-hitung dulu, untuk berapa lama investasi ini ingin dinikmati hasilnya. Jika ingin dinikmati dalam jangka pendek, sekitar satu tahun saja, maka beli dan rawatlah ternak domba jantan. Tapi jika kita punya modal yang cukup sejuk, dan tidak mengapa invetasinya lama, maka carilah hewan betina yang bagus, yang bakal melahirkan domba-domba anakan yang bagus pula. Anak-anaknya itu kelak akan menjadi passive income bagi Anda. Hahahaha… *loh kok ketawa?

O iya, asal tahu saja, dalam dunia perdombaan, harga si betina lebih murah 70-100% dibanding si jantan. Sekali lagi, itu dunia domba ya…

Keempat, dengan perawatan hewan secara tradisional, dan kondisi normal, investasi ternak ini nyaris tanpa biaya. Tidak ada biaya kesehatan, pendidikan, perumahan, apalagi rekreasi untuk mereka para domba. Hehe, maaf bercanda. Ada sih… yang pasti mah biaya marketing. Juga trasportasi: penjemputan mereka dari kandang yang satu ke kandang lain. Itu pun jika ada pemindahan kandang ya. Kalo pakan gimana? Nah, dengan pola paroan yang kami kembangkan, pakan menjadi tanggung jawab peternak. Jadi investor ngga usah lagi bayar biaya pakan para domba yang bersahaja nan sejahtera itu.

Nah, begitulah kurang lebihnya mah. Kalo masih ada yang kelewat, nanti saya sambung lagi di kesempatan lain. O iya, tabel hasil usaha ternak tahun lalu saya lampirkan di bawah. Silakan diklik aja linknya 
Sampaikan salam kami untuk keluarga tercinta Anda. Wassalam.

Review hasil UTS 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s