Jumat Terakhir di Bulan Syawal. Ada Apa?

Hai hai, assalaamu’alaykum… Apa kabar kamu semuanya? Lama ya tidak saya sapa di blog ini. Semoga aja semua pada baik-baik saja: ada dalam naungan hidayah Ilahi… Aammiin…

Eh, tidak terasa ya, hari ini adalah hari Jumat terakhir di bulan Syawal ini. Asa baru kemarin bulan Ramadhan teh, eh sekarang udah mau lewat juga nih si Syawal. Udah pada lengkap belum shaum Syawalnya? Ayo lengkapi 6 hari ya. Fadhilahnya besar loh. Kata Nabi SAW, kalo puasa 6 hari Syawal setelah sebulah puasa Ramadhan, pahalanya ibarat puasa setahun penuh loh. Siapa yang ngga mau…

Saya mau share sedikit deh tentang refleksi selepas Ramadhan. Ini tulisan yang saya muat di buletin Barrah edisi September, semoga aja memberi manfaat lebih banyak.

===
Sungguh berbahagia kaum mukmin. Allah telah menganugerahkan kepada mereka ajaran Islam yang sempurna. Banyak sekali pelajaran berharga dari momen spesial bulan Ramadhan yang baru saja dilalui. Dan beginilah mereka kini:

Seruan berpuasa dan beribadah Ramadhan memang spesial untuk kaum mukmin. “Ya ayyuhalladzina amanu.., wahai orang-orang yang beriman” begitu seruan pertama ayat perintah puasa Ramadhan di Al-Quran. Lalu dengan suasana bahagia, wajah cerah ceria, kaum mukmin menyambut seruan itu. Anak-anak, dewasa, para orang tua, semuanya menyatakan “marhaban”, selamat datang, antusias, secerah dari anak SD kelas 1 yang akan bersekolah untuk pertama kalinya, atau bahkan lebih antusias dari itu.

Kaum mukmin berbondong-bondong mendatangi masjid, shalat tarawih, tadarus Al-Quran, dan tentu saja berpuasa. Puasa yang memaksa mereka terbangun di dini hari, lalu siang harinya tidak makan, minum, merokok, menggosip, berhubungan suami istri, bertengkar, mereka sanggup melakukannya, bahkan dalam keadaan gembira. Seolah-olah jiwa mereka mengatakan: “Kalau Allah memang yang menghendaki kita melakukan ini semua, kami siap melakukannya. Kami siap diatur oleh Allah, kami siap tunduk , patuh. Toh, apalagi yang kami cari selain keridhoan-Nya.”

Begitulah jiwa-jiwa mukmin menyambut Ramadhan. Dan selepas Ramadhan, jiwa-jiwa ini makin kuat keyakinannya kepada Allah, makin siap diatur dengan aturan Allah. Jiwa-jiwa itu yakin sekali, kalau Allah tidak mungkin akan mencelakakan mereka, bahkan tentu hanya dengan mengikuti aturan-Nya, mereka akan selamat dunia akhirat.

Kini, selepas Ramadhan, kaum mukmin itu sudah tidak merokok lagi. Mereka dapat pelajaran bahwa, kemarin saat Ramadhan, meninggalkan rokok–yang banyak madharatnya–itu ternyata bisa. Mereka telah diterapi tanpa rokok seharian penuh, selama sebulan penuh. Mereka bisa, biasa-biasa saja, bahkan menjadi lebih sehat dan hemat.

Kaum mukmin itu juga kini makin selektif terhadap makanan. Makanan-makanan syubhat, meragukan, tidak jelas kehalalannya, sanggup dihindari. Mereka memilih hanya yang halal-halal saja. Kaum mukmin tidak lagi mudah tergiur oleh iklan kuliner, icip-icip sana sini, kecuali telah yakin akan kehalalannya. Dan mereka tidak khawatir dengan sikap seperti itu. “Ramadhan saja bisa, masa sekarang nggak,” begitu kurang lebih jiwanya bergumam. Dan luar biasa efeknya, kini mereka merasa lebih aman, tentram, khusyu’ beribadah, harmonis di keluarga, semangat dalam bekerja. Inilah buah ketakwaan yang menjadi tujuan perintah puasa Ramadhan.

Orang-orang mukmin, selepas Ramadhan ini, tampil menjadi solusi atas problem masyarakat sekitar. Setelah ditempa dengan kewajiban puasa Ramadhan, anjuran i’tikaf dan perintah wajib zakat fitrah, mereka kini hadir di tengah-tengah masyarakat, mengajak kepada semua bahwa hanya dengan ikut taat aturan Allah saja, solusi atas segala masalah kehidupan ini pasti akan didapatkan. Mereka tidak hanya mengajak, tetapi membuktikannya dalam hidup keseharian.

Subhanallah, sungguh bahagia menjadi orang-orang mukmin. Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari mereka. Aammiin…
===

Apakah kamu bagian dari kaum mukmin yang seperti itu? Semoga.#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s