Galau dengan Minimarket

Galau, gusar, resah, terhadap minimarket saya rasakan juga. Kang Irwan Rahman telah mewakili pula perasaan saya… Terima kasih, Kang.
 
+++
 
Salam bagi teman semuanya.
 
Saya posting kali ini berkaitan dengan maraknya minimarket di lingkungan saya dan ekses negatifnya , dari jalan protokol , jalan penghubung hingga jalan masuk ke arah komplek saya berjejer minimarket , jumlahnya puluhan buah, persis kayak kepulauan di Indonesia.
 
Dari awalnya hanya ada di jalan protokol, alhamdulillah sekarang sangat mudah menemukan minimarket hingga ke ujung gang tempat kita tinggal. keluar jalan kaki dari gang sempit pun langsung akan kita temui minimarket ini, menandakan akses minimarket semakin mudah bagi masyarakat dipemukiman padat dimanapun juga berada. Istilahnya bukan hanya pelanggan berdasi , anak kecil bersendal jepit pun sekarang belanja ke minimarket.
 

Beberapa bulan lalu di minimarket sebelah rumah mertua di cicalengka,kabupaten bandung, saya menemukan mereka menjajakan juga minuman keras, ada beberapa botol bir dan beberapa botol vodka dipajang di rak terbawah. Saat itu langsung saya ajukan komplain kepada pegawai ditempat. Saya sadari ini kurang efektif karena mereka hanya operator/pegawai, namun minimal saya sudah ingatkan kepada pihak mereka bahwa produk tersebut sebaiknya tidak dijual di tempat ini. Saya tidak cek apakah himbauan saya ini mendapat respon yang baik atau tidak karena saya hanya berkunjung di akhir minggu saja.
 
Selang beberapa waktu, di jalan penghubung di depan komplek saya menemukan pula minimarket tersebut menjual bir dan vodka juga. Pegawai minimarket tersebut saya tegur pula saat itu, dan mereka berjanji akan menyampaikannya pada manajemen mereka.
 
Saya perhatikan memang bir dan vodka yang dijual masih dibawah 5% kadar alkoholnya, namun bukan hal itu yang membuat saya gusar, Dengan bantuan jaringan minimarket, barang-barang haram tersebut MUDAH sekali ditemukan dan dibeli oleh keluarga kita tercinta. mereka sudah masuk ke pemukiman…!
 
Bayangkan barang yang kita gencar sosialisasikan pada anak-anak tercinta ” HARAM “, lho koq mudah sekali mereka temukan di lingkungannya kita sendiri. Mereka akan melihat bahwa barang haram tersebut di beli atau bahkan dikonsumsi di lingkungannya dengan mudah. Benar-benar tidak mendidik.
 
Sudah saatnya kita membuka mata, cari produk minuman alkohol di minimarket di lingkungan anda dan katakan dengan jelas dan keras pada pegawainya bahwa Anda tidak menyukai produk tersebut di jajakan di tempat itu. Kita berharap dengan kita gencar melaporkan ketidaksukaan atas produk itu akan sampai juga pesannya pada pihak yang berwenang
di manajemen minimarket bersangkutan. Saya yakin jika minimarketnya mengedepankan akal sehat , produk tersebut akan hilang dari lingkungan kita.
 
Produk tersebut tetap masih bisa dijual koq oleh mereka di supermarket dan hypermarket . Namun jauh dari gang dan jalan-jalan kecil tempat keluarga kita berinteraksi.
 
Dan bagi teman-teman saya pemilik mini market harap juga waspada, ketika minimarket anda menjual produk haram, maka bagaimanakah uang yang anda dapatkan dari sana ?
 
Tidak perlu anda jual minimarketnya, cukup bilang pada pihak partner anda bahwa ” Minimarket saya tidak boleh menjual minuman beralkohol !”.
 
Terimakasih
 
Salam Sukses Mulia
 
+++
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s