Masa Depan tidak Benar-benar Sedang Meredup

Tulisan seperti ini yang bikin hati sejuk, dan optimis bahwa masa depan kita tidak benar-benar sedang meredup…, insya Allah…
 
Tulisan Pak Bambang di milis HBE, hari ini:
 
+++++
 

Sebagai birokrat, betapa beratnya mengalami harus menolak “hadiah proyek” sebuah tender.
Dari mulai Rp 200.000, sepekan kemudian Rp 2.000.000, dua pekan selanjutnya Rp 4.000.000, lalu sebulan kemudian penawaran meningkat sebesar Rp 42.000.000.
Apalagi pada saat bersamaan memiliki kebutuhan yang bernilai Rp 45.000.000…….
Terasa semakin sangat berat menolak “hadiah proyek”,
karena harus menolak saat ada keperluan untuk keluarga…
 

Hanya kesungguhan hati sajalah yang membuat sanggup menolak “hadiah proyek” ini.
Jangankan nilai puluhan juta rupiah…Rp 1000 saja masih perlu untuk uang saku harian anak.
Tapi….mendidik anak dengan uang halal saja kerap masih meghadapi kesulitan, …
Apalagi kalau anak-dinafkahi dengan uang haram……?!?!?!
 
Setelah berhasil menolak tawaran Rp 42.000.000 itu…,
waktu berlalu terasa tenang walau hari-hari berada dilingkungan proyek.
Hingga kurang lebih 1 bulan dari penolakan penawaran terakhir..,
datanglah telepon yang mengabarkan bahwa 1% dari nilai proyek sudah disiapkan,
dan saat disampaikan jumlahnya: Rp 483.000.000..!!!
 
Dulu…“hadiah proyek” disebut komisi…….
Sekarang para “mafia tender” merubah menjadi komitmen, tapi tetap sama maknanya…
Jadi kalau mengikuti tender sebuah proyek,
bila ditanya komitmen, artinya: “berapa % bagianku?”…
 
” Jadi kira2 kapan beresnya korupsi di negri ini..?”
” Korupsi penyakit berat…perlu amputasi..”
” Keinginan serius mendidik generasi muda bisa bersih dari korupsi,
pun kini semakin sulit, oleh karena korupsi kini ada di dunia pendidikan juga.
Dibanyak kalangan masyarakat pun korupsi kini sudah menjadi kebiasaan…
 
Sekali birokrat menerima “hadiah proyek” pertama;
maka selanjutnya menjadi kewajiban untuk tidak menolak.
Awal menerima sang birokrat memang “gemeteran”.
Tapi semakin lama jam terbang, maka selanjutnya
akan sangat biasa menerima komitmen proyek.
Bahkan tanpa rasa malu untuk meminta sebelum ditawarkan..!
 
Seorang koruptor yang menerima nilai Rp sangat besar adalah
karena dia sudah terbiasa dengan nilai Rp yang kecil sejak awal.
Semua biasa karena latihan… Sehingga setiap hari semakin meningkat;
dan kemudian hilang rasa “gemetar”nya…
 
Bersyukurlah tidak menerima “hadiah proyek” Rp 200.000…
Karena penawaran pertama adalah jalan menuju penawaran selanjutnya….
 
Biarlah tidak mendapatkan nilai 1% dari proyek tsb….
Tapi setidaknya masih ada nilai 1% cerita yang akan aku wariskan kepada anak-anak,
bahwa ortunya sangat ingin memberi nafkah dari harta yang cara memperolehnya HALAL.
 
Catatan :
“hadiah proyek” = “komisi” = “komitmen”
 
Ingatlah selalu sunah Rasul SAW:
“Allah SWT melaknat orang yang memberi suap, dan yang menerima suap” (H.R. Ahmad).
 
Semoga bermanfaat…
 
(Terima kasih Kang Edwin mau berbagi kisahnya)
 
BSI
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s