Senam VAKS dan Kesadaran

Sejak 1 Januari lalu, ada satu ritual baru yang kami (saya dan istri) lakukan di pagi hari selepas shalat Shubuh dan tilawah Quran. Namanya senam VAKS. VAKS ini adalah singkatan dari visual, auditori, kinestetik, spiritual. Ini adalah sebuah senam dengan gerakan-gerakan tertentu yang dipercaya akan menguatkan potensi VAKS kita, sehingga potensi-potensi VAKS itu akan fokus pada pencapaian tujuan dan cita-cita. Karenanya, sambil bergerak di senam VAKS, kami juga sambil membaca ‘mantra-mantra’ berisi keinginan, cita dan harapan kami terkait dengan uang, kesehatan dan keyakinan.
 
Saya mengerjakan senam itu, adalah karena itulah isi yang ada di buku Debt & Riba Free, karangan Haris Islam dan Rosyid Aziz yang saya beli akhir tahun lalu. Kenapa pula buku itu saya beli? Ya, semua juga sudah dapat menebaklah kenapanya mah🙂
 
Lalu, apa yang saya dapatkan setelah membaca buku itu, juga bersenam VAKS setiap paginya? Kesadaran hidup. Ya, itulah kuncinya.
 
Buku itu diawali dengan semacam kuisioner untuk menilai seberapa benar persepsi kita terhadap hutang dan riba. Karena kalau ingin menyelesaikan hutang dan riba, persepsi yang benar tentang keduanya adalah suatu hal yang mendasar. Bangeeet.
 
Setelah itu pemetaan sumber kebiasaan kita terkait hutang dan riba, juga mesti diidentifikasi. Barulah proses menyelesaikan hutang dan riba itu bisa efektif dilakukan.
 
Dengan radar kesadaran yang selalu on tiap hari, saya sadar bahwa sebenarnya setiap hari berlalu, selalu saja ada sumber-sumber keuangan baru yang saya dapatkan, sekecil apapun itu. Dan karena sadar, saya pun mensyukuri itu.
 
Lihatlah apa yang kami sadari itu: ada pengorder kantong papan catur 4000 pcs. Kami tidak bisnis bikin kantong, tapi adik saya punya. Jadilah kami sebagai broker. Dan itulah sumber penghaasilan tambahan kami, alhamdulillah.
 
Ada juga yang meminta dicarikan brownies ukuran kotak 20×20 cm. Kami tidak jualan brownies, tapi teman saya ada di bisnis itu. Bersambunglah lagi mereka, dan kami kebagian juga🙂
 
Ada rapat di kantor, dapet uang rapat 25ribu, alhamdulillah kami sadari, syukuri, dan kami bagi menjadi 6 pos penghasilan yang dianjurkan di buku itu.
 
Posnya apa aja? 55% untuk necessity, 10% untuk long term saving, 10% untuk sedekah, 10% untuk FFA, 10% untuk education, dan 5% untuk rekreasi.
 
Nah, sekali lagi, kuncinya adalah kesadaran. Kesadaran bahwa tiap hari selalu saja berhimpun nikmat Allah bagi kita. Dan dengan modal kesadaran itu, berbagilah, insya Allah makin berhimpun lagi nikmat-Nya bagi kita.
 
La in syakartum la aziidan nakum. Wa la in kafartum, inna ‘adzaabii lasyadiid” (QS. Ibrahim: 7)
 
Wallahu a’lam.
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s