Pengalaman Saat Mau Makan di Jaringan Restoran Terkenal

Penting sekali meningkatkan kepedulian kita akan produk halal. Karena kita bukan hidup di zaman batu yang–mungkin–makannya hanya ikan hasil tangkapan yang hanya perlu dibakar di perapian sebelum dinikmati. Kita kini hidup di zaman serba bumbu dan racikan, yang kalau tidak teliti, justru di situlah letak masalahnya.

Sharing di bawah ini, saya dapatkan dari milis. Saya kopas di sini agar bisa jadi pelajaran bagi kita semua, dengan editing seperlunya🙂

===

Sharing pengalaman mau makan di jaringan restoran terkenal

Posted by: “Rachmat xxxxx” rachmat.halawa@xxxxx rachmat.xxxxx
Sat Oct 22, 2011 5:46 pm (PDT)

Assalamu’alaikum wr wbr.

Hari Sabtu tgl 22 Oktober 2011 jam 16:00, mau makan siang (terlambat makan karena macet). Ada salah satu restoran yang selama ini kata orang halal, tapi belum pernah saya makan. Jadilah kami ke restoran tersebut. Semboyannya cukup terkenal “Mutu Bintang 1000, Harga Kaki 1000”.

Begitu kami sampai, kami disambut oleh karyawati frontdesk dan dipersilahkan duduk. Saya pun mempertanyakan masalah halal tidaknya, jawabnya tegas dan jelas “HALAL”. Saya mengajukan, apakah boleh mengecek pengakuan tersebut ke dapur, kata dia, tidak bisa pak. Setelah saya insist, dia katakan bahwa itu harus izin manager. Saya jawab dengan senyum sambil berucap, ga apa2 mba, izin aja sama managernya. Dia pun ke belakang dan beberapa lama kemudian dia keluar bersama seorang lelaki. Saya senang, ternyata lelaki tersebut 99% kemungkinan Islam, karena tulisan yang ada di nametag nya adalah nama salah satu keluarga Rasulullah.

Saya ulangi permintaan saya, ternyata jawaban dia lebih keras dari petugas sebelumnya. Dia katakan bahwa restoran kami HALAL karena kami seafood restaurant dan berbagai argumen. Saya sampaikan sama dia bahwa, saya harus membuktikan apa yg dikatakan itu dengan melihat bumbu-bumbunya, oleh karena itu saya harus ke dapur.

Dia mempertanyakan tujuan saya, saya katakan sama beliau, saya mau makan, tetapi sebelum saya makan saya harus memastikan yang saya makan dan keluarga saya makan itu halal. Karena restoran Anda belum memiliki sertifikat halal, maka saya harus memastikan itu.

Kalau saya tidak diizinkan, maka saya mencari tempat makan yang lain.
Akhirnya dia memanggil chef-nya, dan statement chef nya sama dengan statement managernya.

Karena saya tidak berubah, managernya ambil jalan tengah, katanya, dapur tidak boleh dimasuki oleh orang luar, oleh karena itu, bumbu2nya saya bawa keluar dan bapak lihat.

Akhirnya saya katakan, saya seorang pemerhati Halal, maka apapun yang saya dapatkan disini saya akan tulis di internet. Kalau tidak diizinkan, maka saya akan mencari restoran lain untuk makan dan saya tulis apa yang saya alami. Kalau saya diizinkan, maka apapun yang saya lihat disana saya tulis juga. Kalau ternyata tidak halal, maka saya tulis tidak halal, kalau ternyata halal maka saya tulis HALAL, dan justru membuat restoran anda bagus, mendapat promosi gratis. Dan saya lihat nama anda islami, apakah anda beragama islam?, dia jawab “IYA”. Saya sampaikan sama dia, kalau saya makan disini berdasarkan keterangan Anda tetapi ternyata saya makan yang haram, maka dosa nya anda yang menanggung lho ya.

Akhirnya saya dizinkan audit dan masuk dapur, kedatangan saya membawa kehebohan di dapur. saya dikasih lihat bumbu2 yang sudah ada di meja dan sangat sulit mengetahui statusnya halal atau tidak. Saya minta melihat keadaan sebelum jadi bumbu tersebut. Anehnya saya diajak ke ruangan sebelah dimana itu tempat ikan-ikan, saya katakan, ikan tidak ada masalah, ikan pasti HALAL. Saya mau lihat bumbu2 yang digunakan tetapi sebelum jadinya. Akhirnya salah satu supervisor di dapur mengusulkan untuk memperlihatkan SOP pembuatan bumbu….
dan……. disitu lah saya tercengang, jelas ditulis disalah satu prosedur: ARAK.

Saya sampaikan baik2 kepada managernya tentang zat tersebut adalah khamr dan jelas tidak halal, sambil dia antarkan saya keluar, saya “nasehati” untuk mengurus sertifikat halal, biar retorannya tambah maju.

Saya akhirnya mengajak anak2 dan istri saya makan junkfood yang sudah memiliki sertifikat halal. Alhamdulillah, anak2ku sudah mulai mengerti tentang halal. bahkan sekarang kalau mau beli permen, diperiksa dulu apakah ada halalnya atau tidak.

Sekedar berbagi, semoga bermanfaat, mohon maaf kalau kepanjangan.

Salam

Abu Raihan

====

Apa yang dilakukan Abu Raihan ini benar2 inspiratif. Kita perlu banyak orang yang melakukan seperti yang dilakukan Abu Raihan ini. Mari doakan kemuliaan bagi beliau. Mari kita kerjakan apa yang sudah dicontohkannya pada kita. Yu….#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s