Apa yang Dikatakan Istri Kepada Kita?

Dulu, semasa kanak-kanak, saya terbilang rajin mendengarkan ceramah dari KH. Zainuddin MZ (semoga Allah merahmatinya). Ada satu bahasan yang saya ingat pada saat itu adalah tentang pengaruh istri bagi ketidakshalehan suaminya, ataupun sebaliknya. Dalam ceramahnya, ada ilustrasi dialog antara sepasang suami istri:

Istri : “Pa, sebenarnya jabatan Papa di kantor itu apa sih?”
Suami : “Ya kepala bagian, Ma. Mama juga kan udah tau…”
Istri : “Iya sih, Pa.. Tapi kenapa ya itu tetangga kita jabatannya kayaknya di bawah Papa deh, tapi kok bisa beli TV baru, istrinya juga sering pake perhiasan yang banyak…”
Suami : “Ya ga tau atuh, Ma. Itu mah bukan urusan Papa.”
Istri : “Iih.. Papa ini gimana sih? Emang Papa gak malu masih pake TV yang lama? Terus istrinya ngga dikasih banyak gelang dan perhiasan?”
Suami : “Habis gimana lagi, Ma? Gaji Papa kan udah dikasiin semua ke Mama tiap bulan juga. Mama juga tau kan memang gaji Papa cuma segitu-segitunya…”
Istri : “Ya… gimana kek di kantor embat-embat dikit???”

Hahaha… terngiang rekaman suara audiens ceramah itu tertawa. Entah mentertawakan si istri dalam cerita itu, atau gaya Zainuddin bercerita, atau mentertawakan diri mereka sendiri.

Yang jelas, puluhan tahun setelah kisah itu saya dengar, saya membaca bagaimana para istri generasi sahabat Nabi mempunyai tradisi pertanyaan yang berbeda. Jika para suami mereka akan keluar untuk mencari rezeki, mereka berpesan: “Takutlah kepada Allah terhadap kami, dan janganlah memberi makan kami dari barang haram. Sesungguhnya kami masih bisa sabar terhadap kelaparan, akan tetapi kami tidak akan tahan terhadap siksa neraka.” (Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin di akhir Bab Nikah).

Ibnu Sirin, seorang tabi’in senior, jika melepas kepergian seseorang dia mengatakan, “Takutlah kepada Allah dan carilah rezeki yang halal yang telah ditetapkan kepadamu. Jika engkau mengambilnya dari sesuatu yang haram, maka itu tidak akan menambah jumlah rezeki yang telah ditetapkan Allah kepadamu.” (At-Thabaqat Al-Kubra: 7/201).

Nah, apa yang dikatakan istri kita kepada kita?#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s