Kita dan Bencana

Indonesia memang terletak di kawasan yang rawan bencana. Gempa, longsor, dan letusan gunung berapi selalu terjadi dan menelan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit. Dua bulan terakhir saja, ada dua bencana yang cukup besar melanda negara kita: semburan lava pijar Gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatera Utara, Agustus 2010, dan yang baru saja terjadi, banjir bandang di Wasior, Papua Barat.
Dalam menyikapi berbagai bencana yang terjadi di sekitar kita, setidaknya ada tiga hal yang harus kita lakukan: Pertama, mengevaluasi apa penyebab terjadinya bencana itu. Secara ruhani kita harus yakin bahwa semua terjadi karena Kehendak dan Kuasa Allah SWT, dan kita memasrahkan diri pada Ketentuan-Nya. Di samping itu, kita harus jujur mengakui, jika ada ulah kita (manusia) yang menyebabkan terjadinya bencana itu. Sebagian kalangan menyebut banjir bandang di Wasior terjadi karena adanya pembalakan liar dan pembangunan yang tak terkendali di daerah hulu sungai di sana (liputan6.com).

Kedua, cepat tanggap dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita. Dan sebenarnya, setiap pribadi memiliki kewajiban membantu sesamanya yang kesulitan atau memerlukan bantuan. Dalam hal bantuan bagi korban bencana ini, salurkanlah melalui lembaga-lembaga terpercaya.

Ketiga, waspada dan berupaya mencegah terjadinya bencana di tempat-tempat lain yang berpotensi sama. Kawasan hutan Gunung Manglayang di Bandung, misalnya, membutuhkan pemulihan fungsi hutan dan pengayaan vegetasi agar bisa melaksanakan fungsinya sebagai resapan air. Jika tidak, bukan tidak mungkin banjir bandang Wasior terjadi di Bandung (PR, 11/10).

Tiga hal itu memerlukan kerjasama semua pihak. Dan secara pribadi, upaya mencegah bencana adalah dengan bersedekah sebanyak-banyaknya. Ingatlah sabda Nabi SAW, “Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk.” (HR Tirmidzi).

Nah, dengan berbagai peristiwa bencana di sekeliling kita, mengapa kita masih menahan-nahan sedekah?#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s