Al-mustaqbal li Haadzad-diin

Masa depan milik Islam. Kalimat ini saya yakini kebenarannya. Saya melihat banyak sekali orang, dan kini semakin banyak, baik sebagai pribadi maupun berkelompok-kelompok untuk mempelajari dan mengamalkan beberapa bagian ajaran Islam. Belum semua orang memang, juga belum semua aspek Islam diamalkan, namun ini saya yakini sebagai proses perjalanan yang patut disyukuri.

Sekelompok orang, dari dulu sudah sangat konsern dengan pendidikan Islam. Berbagai literatur kependidikanan dikaji serius untuk mendapatkan formula tepat agar tepat pula dilakukan di masa kini. Berlahiranlah sekolah-sekolah dengan label Islam Terpadu. Dari tingkat kanak-kanak perguruan tinggi. Bermunculan pula forum-forum diskusi untuk menggali kembali khazanah peradaban Islam yang mewariskan sejuta macam bidang keilmuan.

Para cendekiawan muslim di Indonesia itu, yang salah satunya berwadah Insists, menuliskan hasil kajian mereka dalam jurnal-jurnal ilmiah. Sangat menyenangkan melihat sepak terjang mereka melawan kuasa wacana kaum liberalis yang menyengaja menghancurkan Islam dari dalam.

Begitu pula dalam bidang ekonomi atau muamalah Islam. Berangkat dari kajian-kajian tafsir tentang ayat riba dan keharamannya, kini bermunculan bank-bank Islam, yang walaupun belum sepenuhnya syar’i, namun saya yakin, itu hanyalah proses alamiah menuju kebebasan-riba sesungguhnya. Maka, berwacana pula-lah penggunaan kembali dinar, dirham, nuqud nabawi standarisasi Islam agar umat ini benar-benar terbebas dari riba dan segala debu dosanya.

Thibbunnabawi merupakan bukti lain. Berawal dari sepak terjang HPA di Malaysia, pengobatan ala nabi dengan prinsip ilahiyah, ilmiah, alamiah, kini menjadi tren sebagian masyarakat muslim khususnya di kawasan nusantara ini. Sebagian masyarakat yang lain, kini menunggu giliran pembuktian kemujaraban pengobatan ini. Saya melihat menjamurnya klinik-klinik bekam, herbal, dan pengobatan nonkonvesional lainnya, merupakan angin segar bahwa masa depan Islam itu memang tidak terlalu jauh. Insya Allah, tidak akan lama lagi, pengobatan konvesional kimiawi yang subhat bahkan terkontaminasi haram akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Pemberdayaan umat melalui optimalisasi harta zakat yang banyak dilakukan oleh LAZ, menjadi bukti berikutnya. Kalau satu syariat Islam saja (baca: zakat) berhasil membawa kemanfaatan bagi banyak manusia, maka apalagi jika seluruh syariat itu kita tegakkan. Tidak ada sedikitpun keraguan saya bahwa hanya syariat Islamlah yang akan bisa menyejahterakan semua.

Nah, menyaksikan ini semua, harapan besar itu membumbung tinggi di dada. Tinggal satu hal lagi yang menjadi kunci kemenangan Islam masa depan: sinergi. Jika satu kelompok orang mampu membuktikan kemuliaan Islam melalui satu sisi yang digeluti, lalu kelompok lain membuktikan lewat sisi yang lain, dan kemudian bersatu, bersinergi dalam sebuah kelompok besar Islam, itulah saat kemenangan Islam yang dicita-citakan.

Kapankah itu akan terjadi? Janji Allah pasti benarnya. Tinggal seberapa serius kita berupaya untuk bersinergi dengan sesama kita. “Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al-Baqarah: 214)#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s