Mendidik dengan Hati

Mendidik adalah sebuah proses. Proses untuk menemukan dan mengembangkan potensi terbaik dalam diri anak didik. Memang setiap anak sudah membawa potensi sejak mereka lahir. Namun potensi itu mesti diarahkan untuk bisa menjadi bekal pelaksanaan tugas kehidupan mereka kelak.

Berbicara tentang hati, sebagaimana dikutip dalam Al-Hadits di awal, memiliki peranan yang sangat sentral. Sampai-sampai seluruh amal manusia, baik ataupun jahat, ditentukan oleh keadaan hatinya.

Banyak proyek kebaikan, tetapi karena dilakukan oleh orang yang hatinya jahat, hasilnya bisa berupa kejahatan. Program pengentasan kemiskinan, misalnya, adalah program yang mulia. Tetapi jika program ini ditangani oleh orang-orang yang jahat, dana yang ada malah diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

Mendidik adalah pekerjaan yang sangat mulia, maka harus pula ditangani oleh orang-orang yang berhati mulia. Tujuannya adalah agar terjadi keselarasan antara otak dan hati, antara pikir dan rasa, juga kata dan perbuatan.

Ketika kita mengajarkan anak tentang adab makan, misalnya, maka anak akan lebih efektif melihat cara guru melaksanakan adab makan itu.

Maka sudah saatnya kita kembali menyibukkan hati kita untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Karena pendidik yang baik adalah yang mampu membina hubungan yang baik dengan Allah. Hubungan baik itu tercermin dalam bentuk ibadah mahdhah. Semakin intensif ibadah seseorang, berarti semakin erat jalinan hubungan dengan Tuhannya.

Mari kita renungkan firman Allah berikuti ini:

ā€œBarangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.ā€ (QS. Az-Zukhruf: 36)

Mendidik dengan hati, yang tercurah berupa kasih sayang dan bimbingan yang tulus, maka anak-anak kita akan tumbuh dengan prestasi yang membanggakan. Semoga.#(Hannah, seorang sahabat di tempat kerja dulu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s