degung laduni: mari memaknai

hidup memang punya banyak cara untuk memberikan pelajaran. benar, sungguh. bukan cuma lewat ilmu yang berwujud materi pelajaran atau dalil-dalil hapalan, tetapi pada pemaknaan yang lebih pada materi-materi itu. dan kadang, kita merasa didegungkeun oleh entah siapa, akan makna yang baru saja kita dapati: degung laduni.

di sini bukan berarti bahwa materi hapalan tidak penting. bukan itu, jangan salah paham. justru makna hanya akan didapatkan bagi orang yang sudah pernah menghapal sebuah dalil.

di sini hanya ingin menekankan bahwa, pahamilah sekali lagi, semua orang akan bergerak sesuai dengan pemahamannya. ekspresi seseorang saat berinteraksi menunjukkan bagaimana sesungguhnya isi diri orang itu. teko, saya jadi ingat Aa Gym, hanya akan mengeluarkan sebagaimana isi teko itu. Kalau teko berisi air putih, maka akan mengisi air putih pada cangkir. Jangan harap teko itu akan menuangkan teh hangat, jika kita memasukkan sirup dingin ke dalamnya.

maka, apresiasilah orang lain, yang telah berekspresi sesuai dengan pemahamannya tadi. jangan menyepelekan, belum tentu kita bisa berbuat lebih baik dari dia.

sebuah hadits Rasul yang pernah saya hapalkan saat di Al-Imarat: “al-kibr huwa: bathorul haqq, wa ghomtunnaas.” Bahwa kesombongan adalah menolak al-haqq, dan menyepelekan orang lain. Semoga saya bisa memaknai lebih dalam hadits yang sudah saya hapal tadi.#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s