Peluang Usaha Pembesaran Domba 2015 Paket Pertama

Bismillah…

Beberapa hari yang lalu, selepas saya menerbitkan daftar hasil usaha domba 2014 di sini, beberapa teman sempat bertanya lebih detail tentang isi tabel itu. Ada yang bertanya kenapa hasilnya bisa beda-beda, ada yang bertanya kapan saat yang tepat untuk menitipkan modal, seberapa besar resiko, bagaimana upaya meminimalisir resiko dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya adalah pertanyaan yang berulang dari tiap orang yang baru mengenal sistem paroan dalam usaha ternak.

Selama ini kami bertindak hanya sebagai perantara kamu secara personal. Kapan pun kamu punya dana yang siap untuk dibelikan bibit domba, kamu bisa hubungi kami buat dicarikan domba dan peternaknya. Jika ada, maka deal. Begitu sebaliknya.

Hal inilah yang membuat biaya dan pertumbuhan dana pemodal berbeda-beda: tergantung nasib, mungkin begitu istilahnya. Nasib yang satu bisa aja pertumbuhan dana hanya rata-rata 3% per bulan atau di bawah itu, sementara yang lain bisa hingga 9% per bulan, bahkan ada yang 13%!!!

Kini kami akan mencoba sistem baru: kamu berinvestasi tidak pada hewan, tetapi pada usaha pembesaran ternak ini secara keseluruhan. Satuannya bukan ekor, tapi persentase saham per paketnya. Karenanya mesti ada waktu yang disepakati bersama untuk memulai dan mengakhiri paket investasi ini. Hasilnya, semua investor akan rata: mendapatkan resiko dan keuntungan yang sama.

Beberapa hari yang lalu, koordinator mitra peternak kami di Ciparay kabupaten Bandung, menelepon saya dan mengatakan bahwa kandang-kandang domba mereka kini sedang kosong, dan membutuhkan segera domba-domba baru. Ini saat yang tepat untuk mengisi kandang, karena nampaknya sudah awal musim hujan di mana rumput-rumput pakan lebih mudah didapatkan. Perlu ada modal 15 juta, begitu ia berujar.

Barusan saya lihat rekening simpanan, baru ada dana 9 juta, masih kurang 6 juta lagi agar paket investasi pertama untuk masa panen 2015 bisa segera dimulai. Bagi kamu yang punya uang “dingin” buat nambahin modal ini, mari kita udunan. Minimal 1 juta atau sesuai kelipatan, agar mudah nanti pada saat pembagian keuntungan. Bagi kamu yang berminat, segera transfer modal kamu ke BRI 040701000179538 an. Yayasan Baitul Maal Barrah, lalu kontak saya via (022)69-778866.

Bagi yang belum jelas, mau nelepon dulu juga silakan. Demikian 🙂

Iklan

Inilah Daftar Hasil Investasi Domba 2014

Meskipun tahun 2014 belum benar-benar habis, namun puncak masa penjualan domba-domba yang kami besarkan sudah dilewati di masa Idul Adha dan hari tasyrik pekan lalu. Alhamdulillah domba-domba yang kami pasarkan menemukan jodoh pembelinya, seluruhnya untuk kebutuhan ibadah qurban mereka. Semua transaksi saling ridho, tanpa tipu-tipu, bruk-brak apa adanya. Dengan demikian semoga ibadah qurban mereka mabrur, peternak ikut mabrur, investor juga mabrur, insya Allah.

Ada beberapa catatan yang mesti saya sampaikan di sini mengiringi tabel hasil investasi domba tahun 2014 ini.

Pertama, investasi ini sangat sederhana: menitip uang untuk pembelian bibit domba lalu domba dipelihara oleh peternak, dengan pengaturan oleh manajemen Baitul Maal Barrah.

Kedua, investasi bersifat personal, dengan satuan ekor domba. Setiap investor mendapatkan domba tertentu dengan peternak tertentu. Sehingga tingkat pertumbuhan hasil investasinya tergantung pada keadaan dombanya saja, tidak dipengaruhi domba-domba lain di peternak lain. Inilah mengapa setiap investor mendapatkan pertumbuhan dana yang berbeda-beda, meskipun bisa jadi masa investasinya sama. Begitupun dengan resiko, setiap investor menanggung resiko atas domba-dombanya saja, tidak menanggung yang lain.

Baiklah, itu saja catatannya. Inilah daftar hasil investasi domba tahun 2014 ini. Silakan klik link di bawah. Terima kasih dan semoga bermanfaat 🙂 ###

review usaha ternak domba 2014

 

RendangNendang: Fenomena Karya Bersama

“Oo.. ini toh rendang fenomenal itu..,” teriak Shinta saat saya berkunjung ke rumahnya membawakan RendangNendang beberapa waktu lalu.

Mendengar kata fenomenal darinya, saya jadi inget Ronaldo, penyerang tim Samba era 2000-an yang berjaya membawa timnya juara piala dunia 2002. cmiiw. Ronaldo, dikenal dengan julukan The Phenomenon. Bomber jago dribling ini mulai dikenal saat di Barcelona. Beberapa kali jadi top scorrer, ia lalu hijrah ke Inter Milan. Pernah juga menghuni tim Los Galacticos, juga AC Milan. Sempat didera beberapa kali cedera, karirnya meredup cepat dan saya ngga tahu lagi dia ada di mana dan sedang apa juga dengan siapa sekarang. EGP.

Kembali ke RendangNendang, ini memang fenomena. Berawal dari celetukan Yuni di grup Whatsapp, ditindaklanjuti dengan produksi tester oleh Merry, alhamdulillah respon dari banyak member grup luar biasa. Ada yang ngasih testimoni unik, ada yang langsung penasaran dan pesan 1 kg, ada yang bikinin sayembara nama, membuat RendangNendang (official name hasil sayembara) ini naik tiang dan berkibar cepat. Nggak percaya? Lihat tautan sayembara di blog Orin beberapa waktu lalu. Lihat juga review dari blogger rinasusanti.com.

Produksi pun ditingkatkan volumenya, dari batch #1 hanya 2 kg bahan baku, batch #2 sebanyak 6 kg, batch #3 sampai 8 kg, dan batch #4 sebanyak 7 kg. Testimoni kepedesan, keasinan, kealotan mewarnai perjalanan 4 kali produksi awal ini.

Di luar sisi produksi, teman-teman yang biasa jualan ambil peran jadi sales dan marketing. Teman pegiat media sosial membantu testimoni dan sharing. Teman yang hobby desain bantu bikinin logo, bahkan logo ini didesain khusus dari dinginnya udara Switzerland yang dihirupnya karena memang sedang tinggal di sana. Ada lagi teman yang hobby fotografi, membantu mengambil gambar dan menjadikan RN makin cantik dan ciamik.

Hasilnya, RendangNendang kini telah menjadi bekal favorit para traveler. RendangNendang sudah merambah Singapura, Vietnam, Swiss, Denmark, Jerman, Arab Saudi, selain tentu kota-kota besar di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Meski begitu, ada pula kisah RendangNendang ini gagal menembus ketatnya security imigrasi di Amsterdam. Ini terjadi, bisa jadi, bisa jadi, bisa jadi, karena waktu itu RendangNendang belum berkemasan yang pantas untuk sebuah produk berkelas.

Inilah fenomena itu: sebuah karya yang lahir dari sebuah kerjasama.

Dan insya Allah, saya, kami, dan kamu berdoa, akan ada masa RendangNendang ini akan mudah kamu temui di setiap pojok makanan kemasan, di toko-toko di mana saja di sudut dunia ini kamu berada. Jika pun kini belum, kemudahan itu telah hadir, silakan klik www.rendangnendang.com. Pesan sekarang, insya Allah RendangNendang esok hari sudah ada di hadapan. Demikian.

Daftar Harga Domba Qurban Area Bandung Raya Tahun 2014

Setelah pekan lalu saya tuliskan daftar harga sapi qurban untuk Idul Adha tahun ini, kini saatnya saya tampilkan harga domba qurban area Bandung Raya tahun 2014 ini.

Sebelumnya saya sampaikan dulu bahwa domba-domba ini adalah hasil dari usaha ternak para mitra peternak binaan Baitul Maal Barrah yang tersebar di area Banjaran dan Ciparay kabupaten Bandung, juga Rancakalong kabupaten Sumedang.

Domba-domba ini disiapkan melalui dua cara:

Pertama, melalui pembibitan: memilih betina produktif yang bagus, yang dikawinkan dengan domba jantan yang berkualitas juga.

Kedua, melalui pembesaran: membeli domba-domba jantan khusus yang sekira bisa dipanen di musim Idul Adha bulan ini.

Kedua cara persiapan ini, menggunakan dua sumber modal: Pertama, modal sosial: dana-dana infak/sedekah dari para dermawan yang terkumpul, dibelikan modal hewan ternak untuk dititipkan kepada para dhuafa di pedesaan sebagai sarana “tabungan” mereka. Sebagian mereka sudah memiliki pekerjaan menggarap lahan pertanian, berkebun dan sebagainya. Nah, sebagai “tabungan” mereka juga merawat domba-domba secara tradisional di kandang-kandang di belakang rumah mereka sendiri.

Kami tidak membuat peternakan ini dikelola ala korporasi yang melibatkan para peternak hanya sebagai karyawan di kandang-kandang massal yang memiliki hewan ternak hingga ribuan ekor. Kami mempertahankan pendekatan peternakan tradisional di mana rata-rata seorang peternak maksimal mengurus 10 ekor domba saja di kandang-kandang domba belakang rumah mereka.

Kedua, sumber modal kami dapatkan dari titipan investor yang melakukan akad dengan kami. Pola kerjasama bagi hasil bersih dengan nisbah 40% bagi investor. Alhamdulillah kerjasama ini telah berjalan lancar di tiga muslim Idul Adha terakhir.

Jadi, bagi kamu yang memerlukan domba-domba qurban terbaik dengan harga bersaing tahun 2014 ini, silakan jangan segan untuk mengontak kami di (022)69-778866.

Bagi kamu yang membeli domba dari kami, secara tidak langsung mendukung program pemberdayaan peternak desa yang kami lakukan. Dan bagi kamu yang sudah investasi domba-dombanya di kami, sebagian dombanya sudah bisa kamu qurbankan atas nama kamu sendiri, dan untuk sebagian lain, bolehlah bantu kami untuk mencarikan pasarnya.

Ah, sudah terlalu panjang prolognya. Berikut daftar harga domba qurban area Bandung Raya tahun 2014 dari kami, untuk kamu:

Kelas  Harga (Rp)
D  2.250.000,-
C  2.500.000,-
B  2.750.000,-
A  3.000.000,-
Istimewa  > 3.000.000,-

Demikian. Kami tunggu order kamu 🙂

Inilah Harga Sapi Qurban Area Bandung Raya

Setidaknya sepekan terakhir, banyak teman saya bertanya tentang harga hewan qurban untuk tahun 1435 H ini. Entah sekadar bertanya, entah mau berqurban, entah mau jualan juga.

Setelah survei ke kumpulan peternak yang kami kelola di tiga area berbeda, maka berikut ini kami sampaikan daftar harga hewan qurban tahun 1435 H. Semoga bermanfaat bagi kamu.

Harga Sapi

Bobot hewan +/- 300 kg = 15.000.000,-

Bobot hewan +/- 325 kg = 16.250.000,-

Bobot hewan +/- 350 kg = 17.500.000,-

Bobot hewan +/- 375 kg = 18.750.000,-

Bobot hewan +/- 400 kg = 20.000.000,-

Bobot hewan +/- 800 kg = 40.000.000,-

Coba perhatikan harga di atas, kalo kamu ambil rata-rata, maka akan didapat harga sapi qurban per kilogram bobot hidupnya adalah 50 ribu rupiah.

Jadi, kalo ada yang nawarin sapi qurban ke kamu, coba hitung harga rata-ratanya: jika lebih mahal dari 50 ribu, mending beli ke kami aja, lebih murah. Jika ada yang lebih murah dari 50 ribu, kabari kami. Bisa jadi kami juga akan beli pada mereka, untuk dijual lagi dengan harga 50 ribu. Tentu, setelah kualitas sapinya kami perhatikan juga.

Udah ah, itu dulu. Harga domba nanti dulu ya, kami kabari kamu secepatnya. 🙂

Oiya, kelewat. Harga itu berlaku area Bandung Raya. Bebas ongkir. Ngga usah bayar apa-apa lagi. Perlu info lebih lanjut, kontak kami di (022)69-778866.

Eh, kami yang saya maksud di sini adalah Baitul Maal Barrah yang saya kerja di sana sejak 2010 lalu. Demikian 🙂

Menjadi Lebih dari Sekadar Memiliki

Dulu, semasa kuliah, saya mengenal istilah “modus memiliki” dan “modus menjadi” yang dituliskan Jalaludin Rakhmat pada beberapa bukunya. Istilah itu juga maknanya, sampai sekarang masih saya ingat. Bahkan detail cerita tentang seorang guru sufi yang sedang berendam di pemandian umum, untuk menguatkan makna “modus menjadi” masih saja lekat dalam ingatan. Penasaran dengan ceritanya? Ada di rak buku saya ;p

Kini, saya dikuatkan kembali dengan pesan lebih tegas yang ditulis Pak Iqbal di GeraiDinar beberapa hari lalu. Saking baiknya makna kalimat ini, sengaja saya jadikan tagline blog baru saya ini. Beginilah Pak Iqbal menuliskannya untuk kebaikan kita semua. Semoga ada ibrah, mari simak sama-sama:

MENJADI Lebih Dari Sekedar MEMILIKI

Kategori : Entrepreneurship Published on Friday, 29 August 2014 08:03 Oleh : Muhaimin Iqbal

Ketika kita masih polos di waktu kecil dahulu, rata-rata kita punya cita-cita yang tinggi untuk kelak ingin MENJADI apa saja yang kita bisa bayangkan saat itu. Ketika cita-cita itu nyaris tercapai, kita selesai kuliah – justru saat itulah kebanyakan cita-cita untuk MENJADI itu buyar – kita berubah pragmatis dan cita-cita untuk MENJADI (being) itu berubah ke sekedar ingin MEMILIKI (having). Karena manusia dewasa kebanyakan fokus untuk MEMILIKI bukan fokus untuk MENJADI, maka dari sinilah pangkal begitu banyak persoalan dalam hidup ini muncul.

Setelah empat tahun susah-susah menempuh pendidikan di bidang tertentu, para sarjana ngawur mencari pekerjaan apa saja asal bisa segera MEMILIKI gaji yang tinggi untuk kemudian bisa segera pula MEMILIKI rumah, mobil dlsb. Dia melupakan cita-cita masa kecilnya dahulu untuk MENJADI apa saja yang dia inginkan.

Kita saksikan juga di berita-berita bahwa para politikus muda cemerlang, bahkan tidak jarang mereka ini adalah pimpinan puncak partai—partai bergengsi, laju karirnya justru disabot oleh dirinya sendiri karena orientasinya berubah dari yang semula ingin MENJADI ke sekedar ingin MEMILIKI.

Keinginan untuk MEMILIKI membuat manusia serakah dan melupakan tujuan hidupnya semula. Contoh kasus keinginan untuk MEMILIKI ini di Al-Qur’an antara lain digambarkan di ayat berikut :

Sesungguhnya saudaraku ini MEMILIKI sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku MEMILIKI seekor saja. Maka dia berkata: “Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan“. (QS 38:23)

Nafsu untuk MEMILIKI pula yang membuat pengembang-pengembang besar menggusur tanah rakyat kecil untuk kemudian menjadikannya gedung-gedung, apartemen dan rumah mewah untuk di-MILIKI oleh orang-orang kaya saja. Perusahaan-perusahaan raksasa memonopoli dan mencengkeram pasar agar mereka MEMILIKI pangsa pasar yang semakin besar – agar para pelakunya bisa MEMILIKI apa saja yang mereka inginkan dari segaka macam kekayaan dan kenikmatan duniawi.

Sebesar apapun perusahaan, para pemilik dan eksekutifnya tidak akan pernah MENJADI qana’ah – tidak pernah merasa cukup dengan yang ada. Mereka akan terus berlomba-lomba mengejar growth dengan cara apapun yang bisa mereka lakukan. Begitulah bila kehidupan ini di-drive oleh keinginan untuk MEMILIKI lebih dari keingian untuk MENJADI.

Sebaliknya, petunjuk kita di Al-Qur’an sebenarnya banyak sekali menekankan kita untuk MENJADI – dan bukan untuk MEMILIKI. Kita diberi petunjuk untuk MENJADI orang beriman, MENJADI orang yang bertaqwa, MENJADI shaleh, MENJADI umat pilihan, MENJADI orang-orang rabbani, MENJADI pemimpin, MENJADI orang baik, MENJADI orang alim dan bahkan di sejumlah ayat disebutkan untuk MENJADI khalifah dan MENJADI pemakmur bumi.

Dalam tulisan ini agar tidak terlalu panjang saya akan elaborasi di yang terakhir saja, yaitu diciptakan olehNya kita untuk menjadi khalifah (QS 2:30) dan pemakmur bumi (QS 11:61). Mengapa di bumi yang seharusnya makmur ijo royo-royo ini penduduknya tidak kunjung makmur ? Ya karena tujuan hidup kebanyakan kita tersabot oleh diri kita sendiri, yang seharusnya untuk MENJADI berubah ke sekedar untuk MEMILIKI.

Memakmurkan bumi itu kerja berat, kerja lama bisa bertahun-tahun baru memberikan hasil. Para pemimpin mana yang sabar melakukan pekerjaan yang demikian karena tidak segera ketahuan hasilnya, tidak segera populer untuk pemilihan berikutnya, tidak segera meningkatkan kekayaan pribadinya untuk bisa segera MEMILIKI ini dan itu.

Para sarjana baru – bahkan para sarjana pertanian-pun sangat-sangat sedikit yang mau melakukan pekerjaan berat memakmurkan bumi ini – juga karena alasan yang sama, yaitu tidak membuat mereka bisa segera MEMILIKI ini dan itu.

Memang pekerjaan memakmurkan bumi itu bisa sangat luas, tetapi dalam konteks tulisan ini saya artikan harfiah – yaitu mengolah bumi untuk bisa menghadirkan kemakmuran bagi seluruh penghuninya. Karena kegagalan kita mengolah bumi yang sangat subur inilah yang membuat negeri ini belum berhasil memakmurkan penduduknya meskipun sudah berusaha selama 69 tahun sejak kemerdekaan.

Bayangkan kita hidup di negeri tropis – negeri yang dikarunia begitu banyak kekayaan biodiversity – tetapi sekitar 55 juta petani kita rata-rata hidup miskin. Apanya yang salah ? lagi-lagi karena orang-orang pinternya, para pemimpinnya – buru-buru ingin MEMILIKI.

Negeri yang seharusnya dengan mudah swasembada daging dan susu karena melimpahnya hijauan kita untuk tempat penggembalaan yang terbaik menurut Al-Qur’an (QS 16 :10-11), orang-orang pinter dan para pemimpin di bidang ini malah salah duga dengan mengira sumber daging dan susu terbaik itu ada di negeri-negeri lain yang memiliki padang rumput yang luas – sehingga mereka lebih suka impor saja – agar segera MEMILIK !

Negeri tropis di pusat katulistiwa yang orang-orang di negeri lain memimpikan eksotisme-nya antara lain pada kekayaan dan keanekaragaman buah-buahannya – eh kita yang di negeri tropis ini malah gemar sekali mengimpor buah dari negeri lain !

Seharusnya kita menjadi negeri pengekspor segala macam buah-buahan karena eksotisme buah-buahan tropis yang tidak dimiliki oleh sebagian besar negeri-negeri lain di dunia – bukan malah terbalik menjadi pengimpornya.

Lantas bagaimana kita bisa mengembalikan fitrah kita yang sesungguhnya yaitu MENJADI khalifah/pemimpin dan pemakmur bumi ? kita lupakan dahulu keinginan kita untuk MEMILIKI, kita fokuskan untuk MENJADI dahulu.

Allah yang MENJADI-kan kita khalifah dan pemakmur bumi, Dia Yang Maha Tahu dan Maha Adil pasti Dia memberikan sarana dan ilmuNya. Hanya saja sarana dan ilmuNya ini tentu hanya diberikan kepada yang menyanggupi penugasanNya tersebut. Kalau dari awal kita sudah tidak sanggup – karena buru-buru ingin MEMILIKI tersebut di atas – ya untuk apa diberi sarana dan ilmuNya ? lha wong tidak digunakan.

Saya punya pegawai di rumah, saya minta dia memelihara tanaman di halaman rumah – manusia penuh kelemahan ini saja tahu bahwa agar pegawai saya tersebut bisa melaksanakan tugas yang saya berikan – saya harus mengajari dia cara merawat tanaman tersebut (ilmunya) dan untuk itu dia perlu segala macam peralatan yang harus saya sediakan (sarananya).

Demikianlah ilmu Allah untuk memakmurkan bumi itu ada di depan mata kita, sarananya juga melimpah di sekitar kita – tetapi ini semua hanya akan dapat dilihat oleh orang-orang yang sanggup menerima penugasanNya untuk memakmurkan bumi ini.

Untuk bisa melihat ilmu dan sarana yang diberikan oleh Allah ini setelah kita meluruskan niat kita untuk MENJADI tersebut di atas, kita juga harus tindak lanjuti dengan keseriusan kita menggali petunjuk-petunjukNya dan terus mengasah keterampilan kita dalam memahaminya sekaligus mengamalkannya terus menerus di lapangan.

Maka dengan sedikit ilmu yang sudah mulai kami gali dua tahun terakhir – yaitu ilmu memakmurkan bumi dengan petunjukNya – yang kami sebut kebun Al-Qur’an, dan sedikit sarana yang juga sudah ada di kami berupa laboratorium pembibitan, penggembalaan dan kebun percobaan – kami ingin berbagi dengan tenaga-tenaga terdidik muda dari mana saja (tidak harus dari Indonesia, karena penugasan kita adalah untuk memakmurkan bumi – bukan hanya Indonesia ! ) dalam program yang kami sebut Agroforestry Apprenticeship Program (AAP) atau program magang di bidang agroforestry.

Syarat peserta adalah memiliki passion untuk MENJADI tersebut diatas – dan tidak tergoda untuk segera MILIKI. Diutamakan sarjana dari segala bidang ilmu dan usia maksimal 30 tahun. Program ini gratis termasuk akomodasi ala kadarnya di pesantren dan konsumsi selama tinggal di pesantren kami di Jonggol.

Program standarnya tiga bulan namun bisa diperpendek atau diperpanjang sesuai kebutuhan. Inti programnya adalah mengasah keterampilan (skills) , jadi mayoritasnya adalah praktek dengan sebelumnya dibekali ilmu-ilmu yang terkait. Karena di antara programnya termasuk mengasah aspek ruhiyah dengan tadabur Al-Qur’an, Qiyamul lail dlsb, maka peserta harus menginap di pesantren selama program berlangsung – kecuali hari-hari libur yang disepakati bersama.

Target lulusan AAP adalah mampu secara independen dan dengan supervisi minimal mengelola kebun dan memakmurkannya. Tidak ada ikatan apapun bagi peserta ini, kecuali ikatan moril bahwa dia harus mengamalkan ilmu dan keterampilan yang dengan susah payah kita akan share ini.

AAP ini tentu bukan tawaran pekerjaan – jadi kami tidak menjanjikan pekerjaan setelah peserta lulus program. Yang kami tawarkan adalah peluang, bahwa setelah lulus AAP peserta insyaAllah mampu menerapkan skills-nya di mana saja dia mau sehingga bukan hanya cukup untuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain.

Meskipun fokus dari program AAP adalah untuk MENJADI bukan untuk MEMILIKI, tidak berarti juga peserta akan menderita secara finansial nantinya. Negeri yang baik – Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafuur – dalam Al-Qur’an (QS 34 :15) adalah negeri kebun, maka kalau kita bisa mewujudkan negeri tersebut – InsyaAllah kemakmuran juga akan datang kepada kita, bahkan bukan hanya untuk kita para pelakunya tetapi juga penduduk seluruh negeri.

Peminat cukup mengirimkan riwayat pendidikannya dan membuat dua atau tiga lembar tulisan dengan tema “Aku Ingin MENJADI….”, boleh dalam bahasa Inggris bagi pembaca situs ini dari negeri-negeri jiran.

Dengan program semacam ini, kami berharap apa-apa yang sudah kami mulai rintis bisa bener-bener diimplementasikan di lapangan secara Terstruktur, Systematis dan Masif sehingga kita bisa bener-bener MENJADI para pemakmur bumi ini tanpa harus MENJADI presiden-pun ! InsyaAllah.

Catatan:

Saya mengubah kata “sekedar” pada judul artikel yang dibuat Pak Iqbal menjadi “sekadar” pada tagline blog saya. Kamu tentu tahu alasannya apa. 🙂

 

Tak Kenal Maka Tak …

Beberapa saat setelah saya posting “Kalau Sudah Cinta, Apa sih yang Jadi Tanya?” ada teman bertanya tentang bagaimana agar rasa cinta pada Allah bisa hadir dan tumbuh dalam diri. Alhamdulillah, pertanyaan itu termasuk bagian yang saya tanyakan pada ustadz saya di obrolan itu.

Maka jawabannya adalah tafsir atas peribahasa “tak kenal maka tak sayang.” Banyak di antara kita pernah dan bahkan sering mendengar peribahasa ini. Bahkan dalam suatu petikan ceramah KH. Zainuddin MZ (rahimahullah) memanjangkannya menjadi begini:

Tak kenal maka tak sayang
Tak sayang maka tak cinta
Kalau tidak cinta, maka bagaimana berharap mau berkorban?
Continue reading “Tak Kenal Maka Tak …”

“Kalau Sudah Cinta, Apa sih yang Jadi Tanya?”

Siang itu datang ke BMT Barrah, seorang teman yang sudah saya anggap sebagai guru. Di tengah obrolan santai di masa istirahat lepas Zhuhur itu, dia meminta doa kepada saya. “Doakan saya ya, insya Allah tahun 2014 saya ke Malaysia.”

“Ke Malaysia, Tadz? Kuliah?” tanya saya. Saya tahu persis teman yang saya panggil sebagai ustadz ini: ilmunya mumpuni, semangat belajarnya tinggi, dan tetap rendah hati. Karenanya saya menduga dia mau kuliah lagi tentunya, bukan jadi TKI atau bermain sepakbola di Selangor FC ;p
Continue reading ““Kalau Sudah Cinta, Apa sih yang Jadi Tanya?””

Sukses UN Tanpa Stress

Saya punya teman, seorang aktivis dakwah, juga seorang guru SMA di sebuah sekolah di Bandung. Saya kenal dia sebagai pribadi dengan integritas dan kapabilitas yang baik. Di SMA itu, dia mengajar matematika.

Nah, uniknya, dengan kapasitas yang ia miliki, dia mengajar matematika di sekolahnya “hanya” dengan mengistruksikan anak-anak didiknya menyalin, sekali lagi, menyalin, soal dan kunci jawaban dalam buku-buku bundel soal UN dan SNMPTN. Begitu terus tiap hari. Kalo ada muridnya yang mentok, capek, kesulitan konsentrasi menyalin, barulah ia sedikit saja menerangkan materi, dengan lebih banyak cerita-cerita kehidupan, dan pesan-pesan dakwah. Selesai. Lalu anak-anak didiknya menyalin soal-soal yang lain lagi.

Kepada saya dia berujar bahwa hal tersebut ia lakukan, karena memang sekolahnya menjadikan lulusnya UN sebagai bukti kesuksesan sekolah. Nah, demi tercapainya target lulus UN ini, tentu bukan dengan dikasih bocoran soal atau kunci jawaban. Itu mah terlalu vulgar, terlalu jahat. Maka latihan mengerjakan soal, melalui menyalin soal dan kunci jawaban sepanjang tahun pelajaran dia, itulah yang ia pilih untuk dilakukan. “Apa boleh buat,” begitu katanya.

Sebagai teman, saya tidak menyangsikan kemampuan ilmu dan misi dakwah yang melekat padanya. Namun dalam sistem sekolah yang pragmatis, kata-kata “apa boleh buat”, jelas menunjukkan bahwa ia sudah tidak sanggup lagi berbuat lebih baik lagi dari cara seperti itu.
Continue reading “Sukses UN Tanpa Stress”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑